Meriahkan Tumbilotohe

Sekda Kabupaten Gorontalo Menyemarakan Tumbilotohe di Pilohayanga

dLira – Gorontalo – Sekertaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir, menyalakan lampu botol sebagai tanda dimulainya dan menyemarakan peringatan Tumbilotohe di Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Kamis (28/04).

Setelah dua tahun kegiatan masyaratakat banyak dibatasi akibat mewabahnya Covid-19 di Gorontalo, tahun ini Pemerintah Kabupaten Gorontalo memberikan ijin bagi masyarakat, untuk merayakan dan menyemarakan peringatan tumbilotohe di wilayah itu. Tentu saja hal itu tetap merapakkan protokol kesehatan dengan ketat.

Pemberian ijin itu tidak bisa dilepaskan dari peran masyarakat yang mendukung program pemerintah. Khususnya vaksinasi Covid-19. Sebagai upaya pemerintah memutus dan mengendalikan rantai penularan Covid-19.

“Pemerintah mengijinkan pelaksanaan Amaliah di Buan Ramadhan, seperti salat tarawih berjamaah dan peringatan tumbilotohe di tahun ini. Hal itu merupakan imbas dari menurunnya Covid-19 dan peningkatan vaksinasi,” ungkap Sekda Kabupaten Gorontalo.

Roni menjelaskan, terdapat tiga manfaat utama dari peringatan malam pasang lampu (Tumbilotohe). Yaitu melestarikan tradisi turun temurun nenek moyang Gorontalo. Kedua memberikan penerangan bagi warga yang hendak beritiqah di masjid, mencari lailatul qodar. Ketiga malam pasang lampu bisa menjadi wisata bagi masyarakat Gorontalo maupun di luar Gorontalo.

Meriahkan Tumbilotohe
Sekertaris Daerah Kabupaten Gorontalo Roni Sampir Menuju Pusat Tumbilotohe. Foto Riri.

Sekda Kabupaten Gorontalo itu berharap, kegiatan sejenisnya dapat kembali dilaksanakan seperti biasa. Setelah terjangan pandemi Covid-19. Di samping itu Kabupaten Gorontalo mampu bangkit kembali, baik itu sektor ekonomi maupun tradisi dan kebudayaanya. Di mana kurang lebih dua tahun ini, seakan mati suri karena Pandemi Covid-19.

Peringatan tumbilotohe (malam pasang lampu), dilaksanakan tiga hari sebelum hari raya Idul Firti sampai dengan malam hari kemenangan. Secara tradisi lampu-lampu tradisonal yang dipasang leluhur Gorontalo itu, berfungsi menerangi jalan menuju masjid. Di mana masyarakat menjalankan iktiqah di masjid dan memburu datangnya malam yang lebih baik dari pada seribu bulan.-As

Shopping Cart