Pasar Murah Upaya Stabilitas Harga Kebutuhan Masyarakat Jelang Idul Adha

d’Lira – Gorontalo – Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo menggelar pasar murah. Kegiatan dilaksanakan di halaman Pasar Modern Limboto (Pasmolin). Minggu (09-16-24).

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, mengungkapkan, pasar yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga murah itu, salah satunya upaya pemerintah menyediakan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha (Korban). Dia berharap pasar murah itu dimanfaatkan masyarakat secara maksimal, terlebih harga-harga kebutuhan mulai naik.

Meski begitu, Nelson berpesan agar masyarakat menanam dan memproduksi bahan kebutuhannya, jika komoditi tersebut bisa diproduksi sendiri, seperti menanam cabai, tomat, begitu pula bawang, hingga minyak kampung.

“Jangan hanya menunggu pasar murah, tetapi bagaimana kita bisa menanam dan memproduksi sendiri, sehingga tidak perlu membeli,” ujar Nelson mengingatkan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, yang turut hadir dalam pasar murah tersebut mengatakan, tidak hanya menggelar pasar murah, dengan harga lebih murah dari pasaran, pihaknya juga memberikan subsidi. Dia mengungkapkan, dalam pasar murah tersebut disediakan 1500 paket kebutuhan terdiri enam komoditi, yaitu beras, cabai rawit, gula, telur, minyak kelapa dan bawang.

“Biasanya masyarakat bawa uang 200 ribu rupiah untuk belanja enam komoditi, hari ini cukup membawa uang kurang lebih 75 ribu rupiah,” jelas Sofian.

Sekda Provinsi Gorontalo itu berharap masyarakat di sekitar Limboto bisa belanja dengan harga murah. Mereka bisa hemat uangnya, untuk membeli kebutuhan lain selain yang dijual di pasar murah tersebut. Selain itu, pasar murah diakuinya sebagai upaya pemerintah daerah mengendalikan stabilitas harga, terutama menjelang hari raya korban.

Pelaksanaan pasar murah tersebut mendapat apresiasi dan penghargaan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo. Dian Nugraha, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, mengatakan, pasar murah tersebut merupakan salah satu rekomendasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Sekaligus salah satu upaya mengendalikan inflasi di daerah.

“Kegiatan ini (pasar murah, red) merupakan bagian dari visi gerakan pengendalian inflasi pangan nasional. Dengan memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif para pemangku kebijakan,” terang Dian Nugraha.

Dian menjelaskan, pasar murah yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo itu, terkait dengan status kabupaten terbesar di Gorontalo sebagai kota IHK, sehingga diperlukan perhatian khusus bagi masyarakat kabupaten itu, agar inflasi dapat dikendalikan dengan baik.

Keranjang Belanja